Minggu, 21 September 2008

Bekerja di Apotik

Udah lama gak nulis di sini, belakangan banyak banget yang terjadi dan gue juga cukup sibuk karena persiapan masuk kerja. Yak, akhirnya gue dapat pekerjaan, di Apotik. Lumayan jauh sih tempatnya, tapi gue harus bisa menjalani ini semua.
Gugup sih, satu toko isinya perempuan semua, laki-lakinya malah sedikit. Ini pertama kalinya gue kerja di lingkngan yang baru dan harus berdandan pula. Gak masalah sih kalau cuma pake make up, toh pada dasarnya gue emang udah bisa. Hehe...
Di hari pertama gue ini, kesan pertamanya agak random. Gimana gak, di hari pertama gue kerja, gue udah dimusuhin sama 2 orang senior sekaligus. Hebat kan? 
Gue gak tau sih alasannya apa, ya gue cuma bisa mengembalikan semuanya kepada mereka. Soalnya gue gak ngerasa punya masalah sama mereka berdua, mungkin masalahnya ada pada mereka sendiri.

Hhhh..........

Semoga gue bisa lama bekerja di sini, gue kan udah gak kuliah lagi, dan hanya ini satu-satunya kegiatan yang bisa gue kerjakan. Untuk urusan gue dimusuhin mah, gampanggggg...... ^^
Anggap aja radio butut yang minta diperhatiin.
Gue harus semangat dan gak perlu memikirkan hal yang gak penting seperti itu. Masih banyak hal yang harus gue pikirkan, dan semoga puasa gue di bulan ini membawa berkah dan gue dikasih banyak rejeki. Amin...

Fightinggggggggggggggggg^^

Minggu, 03 Agustus 2008

Maafkan aku...

Kenapa hal seperti ini terjadi sekarang, ini di luar kemauan aku. Kalau aku tau mereka itu bubar gara-gara masalah ini, aku juga gak mungkin melakukan itu. Chandra, Febi dan Arlin, mereka bertiga adalah sahabat dekat. Dan aku membuat hubungan mereka rusak.
Chandra adalah temanku di kampus, kita satu jurusandan satu kelas juga, dia baik dan aku udah anggap dia sebagai kakak dan juga teman curhat. Kita cukup dekat, bahkan sampai detik ini. Dia juga sempat bilang sama aku tentang perasaan sukanya, bagaimana ia begitu menyukai dan menganggap aku orang yang spesial di hatinya. Tapi, aku gak bisa menerima perasaannya itu. Beruntung masalah itu tidak merusak hubunganku dengannya, walaupun aku tau dia terluka saat aku menolaknya.
Chandra sempat mengenalkan aku kepada temannya, Febi. Anak orang kaya yang suka main perempuan, tapi buat aku Febi adalah orang yang baik. Dan ada satu orang lagi, Arlin. Dia juga baik dan aku menyukainya.
Fakta yang gak bisa aku percaya adalah mereka bertiga menyukai aku, di waktu yang bersamaan tanpa aku tau sebelumnya, dan semenjak itu hubungan mereka bertiga menjadi tidak baik.
Aku gak tau masalah ini setelah Chandra menceritakan semuanya, awalnya juga aku merasa aneh, tapi aku baru yakin mereka bermasalah setelah aku dengar langsung ceritanya dari Chandra. Aku merasa bersalah, tapi aku udah terlanjur jalan sama Arlin.
Sebenarnya kalau boleh milih, aku lebih senang mereka seperti dulu lagi. Aku cuma jadi pengganggu hubungan mereka, dan bodohnya aku masih tetap bersama Arlin. Terlambat, aku udah bikin hubungan mereka renggang............. :((

Senin, 12 Mei 2008

Mencari Pekerjaan (lagi)

Sedih banget rasanya, ternyata memang gak gampang dapet pekerjaan, apalagi untuk lulusan SMA. Apalagi rumahku yang jaraknya jauh ini malah jadi kendalanya, aku gak bisa melamar kerja ke tempat yang jauh dan alamat yang aku gak tau. Baru kayak gini aja aku merasa gak sanggup, payah banget yaaa........ hikss
Tapi, aku gak boleh nyerah. Aku anak pertama di keluarga ini, dan aku harus lebih kuat dari yang lain. Kan ini semua aku lakukan demi mama, Tuhan pasti memberikan jalannya.
Yahhh.... sesulit apapun itu aku harus bisa, kerja apapun akan aku lakukan. Kalau memang udah rejekinya, aku pasti akan dapat pekerjaan yang baik.

Fight, fight, fightingggggg ^^

Minggu, 23 Maret 2008

Berhenti Kuliah

Ini salah satu keputusan yang sangat berat selama hidupku, mungkin aku bakalan mengecewakan orang tua yang sudah mengorbankan banyak hal selama aku kuliah. Keputusan itu sudah aku pikirkan semenjak mama sudah tidak bisa membayar uang kuliahku lagi, aku tau bagaimana mama mencari uang sampai harus meminjam ke Bank hanya untuk biaya pendidikan aku dan adik-adikku juga. Aku bakalan jadi anak yang tidak berbakti karena keputusan untuk berhenti kuliah kayak gini, bukannya aku gak menghargai jerih payah mama, tapi jika dilanjutkan lagi, hidup mama bakalan lebih susah.
Lagipula aku memang sudah gak fokus belajar semenjak sebulan yang lalu, banyak yang aku pikirkan, aku ketakutan karena masalah biaya kuliah yang gak sedikit itu.
Aku gak mau bikin mama susah, aku pernah lihat mama nangis gara-gara uang gajinya sudah habis sebelum akhir bulan. Mungkin mama bingung bagaimana caranya memberi makan kita berlima, karena hanya mama yang kerja saat ini. Dari situ aku merasa bersalah karena gak bisa melakukan apapun untuk menolong mama, aku malah berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang untuk membantu mama walaupun hanya sedikit.
Makanya aku akan berhenti kuliah, kalau bisa cuti kenapa enggak. Tapi, kalau memang aku harus benar-benar berhenti, aku gak masalah. Walau sedih karena keadaan yang jungkir balik ini, aku bakalan ikhlas.
Aku akan mencari pekerjaan, semoga apa yang aku korbankan bisa membantu mama, walaupun kata orang keputusan ini begitu bodoh, tapi aku melakukannya demi keluarga.
Tak apalah aku hanya lulusan SMA, asal mama gak nangis lagi gara-gara gak punya uang untuk makan. Hidup memang tidak selamanya ada di atas awan, seperti hidup keluargaku yang sedang berada di bawah tebing jurang yang dalam, susah.
Ya Tuhan, semoga keputusan ini gak salah, dan semoga keluargaku selalu bahagia dengan keterbatasan ini. Amin

Love, Risya...

Kamis, 20 Maret 2008

Usia ke 20

Udah tengah malam, dan ini hari ulang tahunku yang ke 20.
Seperti biasa, tidak ada perayaan apapun, aku lebih senang sepi seperti ini. Aku bersyukur, bisa merasakan hidup sampai sekarang, meskipun saat ini adalah masa tersulit yang pernah aku alami. Mungkin ini adalah masa yang sama seperti tahun tahun sebelumnya. Walaupun begitu, Tuhan masih berbaik hati memberikan umur yang panjang buat aku. Dan itu semua harus disyukuri.

Aku masih belum bisa tidur, walaupun ini hari yang spesial buat aku, semuanya tampak sama aja. Bagaimana ya respon anak-anak di kampus nanti? Apakah Arlin ingat Ulang tahunku hari ini?
Rasanya memang tidak penting buat aku bagaimana respon anak-anak atau Arlin, lagipula aku gak suka perayaan. Disamping aku gak punya uang untuk mentraktir teman-teman, aku juga gak mau orang lain tau hari ini ulang tahunku. Rasanya jadi malas untuk pergi kuliah hari ini, pengennya sih diem seharian di rumah untuk tidur. Aku malas ketemu siapapun...

Oia, mama ingat gak yah ulang tahunku? Biasanya kalau mama sempat, dia pasti bikin kue ulang tahun sederhana seperti biasa. Mama atau papa memang udah gak memberikan kado semenjak ualng tahun terakhirku 5 tahun yang lalu, gak masalah kalau hanya kado, yang penting mereka mendoakan aku selalu.
Ya sudah, aku harus tidur karena besok dengan amat terpaksa aku harus pergi ke kampus, ke tempat yang aku tidak suka.

Nite Nite......... and Happy Birthday Chaaaaaa.