Minggu, 23 Maret 2008

Berhenti Kuliah

Ini salah satu keputusan yang sangat berat selama hidupku, mungkin aku bakalan mengecewakan orang tua yang sudah mengorbankan banyak hal selama aku kuliah. Keputusan itu sudah aku pikirkan semenjak mama sudah tidak bisa membayar uang kuliahku lagi, aku tau bagaimana mama mencari uang sampai harus meminjam ke Bank hanya untuk biaya pendidikan aku dan adik-adikku juga. Aku bakalan jadi anak yang tidak berbakti karena keputusan untuk berhenti kuliah kayak gini, bukannya aku gak menghargai jerih payah mama, tapi jika dilanjutkan lagi, hidup mama bakalan lebih susah.
Lagipula aku memang sudah gak fokus belajar semenjak sebulan yang lalu, banyak yang aku pikirkan, aku ketakutan karena masalah biaya kuliah yang gak sedikit itu.
Aku gak mau bikin mama susah, aku pernah lihat mama nangis gara-gara uang gajinya sudah habis sebelum akhir bulan. Mungkin mama bingung bagaimana caranya memberi makan kita berlima, karena hanya mama yang kerja saat ini. Dari situ aku merasa bersalah karena gak bisa melakukan apapun untuk menolong mama, aku malah berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang untuk membantu mama walaupun hanya sedikit.
Makanya aku akan berhenti kuliah, kalau bisa cuti kenapa enggak. Tapi, kalau memang aku harus benar-benar berhenti, aku gak masalah. Walau sedih karena keadaan yang jungkir balik ini, aku bakalan ikhlas.
Aku akan mencari pekerjaan, semoga apa yang aku korbankan bisa membantu mama, walaupun kata orang keputusan ini begitu bodoh, tapi aku melakukannya demi keluarga.
Tak apalah aku hanya lulusan SMA, asal mama gak nangis lagi gara-gara gak punya uang untuk makan. Hidup memang tidak selamanya ada di atas awan, seperti hidup keluargaku yang sedang berada di bawah tebing jurang yang dalam, susah.
Ya Tuhan, semoga keputusan ini gak salah, dan semoga keluargaku selalu bahagia dengan keterbatasan ini. Amin

Love, Risya...

Kamis, 20 Maret 2008

Usia ke 20

Udah tengah malam, dan ini hari ulang tahunku yang ke 20.
Seperti biasa, tidak ada perayaan apapun, aku lebih senang sepi seperti ini. Aku bersyukur, bisa merasakan hidup sampai sekarang, meskipun saat ini adalah masa tersulit yang pernah aku alami. Mungkin ini adalah masa yang sama seperti tahun tahun sebelumnya. Walaupun begitu, Tuhan masih berbaik hati memberikan umur yang panjang buat aku. Dan itu semua harus disyukuri.

Aku masih belum bisa tidur, walaupun ini hari yang spesial buat aku, semuanya tampak sama aja. Bagaimana ya respon anak-anak di kampus nanti? Apakah Arlin ingat Ulang tahunku hari ini?
Rasanya memang tidak penting buat aku bagaimana respon anak-anak atau Arlin, lagipula aku gak suka perayaan. Disamping aku gak punya uang untuk mentraktir teman-teman, aku juga gak mau orang lain tau hari ini ulang tahunku. Rasanya jadi malas untuk pergi kuliah hari ini, pengennya sih diem seharian di rumah untuk tidur. Aku malas ketemu siapapun...

Oia, mama ingat gak yah ulang tahunku? Biasanya kalau mama sempat, dia pasti bikin kue ulang tahun sederhana seperti biasa. Mama atau papa memang udah gak memberikan kado semenjak ualng tahun terakhirku 5 tahun yang lalu, gak masalah kalau hanya kado, yang penting mereka mendoakan aku selalu.
Ya sudah, aku harus tidur karena besok dengan amat terpaksa aku harus pergi ke kampus, ke tempat yang aku tidak suka.

Nite Nite......... and Happy Birthday Chaaaaaa.