Senin, 20 April 2009

Pilihanku...

Hari ini gue pulang kerja tepat waktu, karena gue gak mau bikin seseorang nunggu gue lama, hehe... Feri lagi nunggu gue di luar, katanya sih dia mau ngajak gue ke rumahnya. Feri itu memang bukan asli orang Bandung, kebetulan aja dia kuliah di sini,  dan dia juga tinggal sendirian di rumahnya.
Rumah yang besar itu cuma ditempati Feri sendirian, kalau gue sih ogah banget tinggal di rumah sebesar ini, secara gue kan penakut. Hehe...
Kita banyak ngobrol dan nonton tv, gue seneng banget kalau lagi sama dia, banyak hal yang gue suka dari Feri. Tapi, gue gak berharap terlalu banyak. Bisa ketemu aja gue udah seneng banget.

Feri memegang kedua tangan gue secara tiba-tiba, bikin gue kaget aja. Dan ada sesuatu yang aneh, mungkin kalau gue bisa liat kaca, muka gue pasti merah banget. Gue malu, tapi gue masih bisa mengendalikan diri untuk gak melakukan hal bodoh disaat-saat seperti ini. 
Tiba-tiba aja suasana jadi makin aneh, nyamuk di rumahnya mulai banyak dan bikin tangan gue gatel. Feri melakukan sesuatu yang gak biasa, dia nyanyi... lagu yang dia nyanyikan terdengar asing, tapi kata-katanya sangat bagus. Walau suaranya gak bagus dan terbata-bata saat menyanyikannya, dia pantas mendapatkan applaus karena keberaniannya menyatakan cinta dengan sebuah nyanyian. 
......
......
"Maaf, aku agak lupa liriknya, tapi lagu ini bagus buat dinyanyiin dan kamu denger."
......
"Gimana, kamu suka gak?"
"Iya...."
"Hmm, kamu mau gak jadi cewek aku Cha?"

Dan gue cuma bisa mengangguk karena malu, perasaan campur aduk banget , seneng sekaligus sedih, gue juga gak tau pastinya apa. Mungkin hari ini adalah hari di mulainya cerita yang baru, tentang gue dan Feri.
Tuhan begitu baik, menghadirkan dia ke dalam kehidupa gue. Dia menghadirkan seseorang yang bisa membuat gue begitu berarti. Tuhan selalu punya tujuannya sendiri, dan rasa suka yang gue punya ini bukan hanya milik gue sendiri. 
Semoga, Feri bisa menerima kekurangan dan menerima gue apa adanya ^^

Pilihanku - Maliq & D Essentials

Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
Dengan beribu cara cara kau selalu membuat ku bahagia
Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku
Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata

Oh
Ijinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu,
memberi cinta
memberi semua yang engkau inginkan
selama aku mampu aku akan berusaha
mewujudkan semua impian dan harapan
tuk menjadi kenyataan

Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

Jadilah yang terakhir
Tuk jadi yang pertama
Tuk jadi selamanya

Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang selalu ada di saat pagi ku

Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata

Jadilah yang terakhir
Tuk jadi yang pertama
Tuk jadi selamanya

Lagunya bagus, Thanks ma boy.....

Kamis, 16 April 2009

Malam Jum'at paling menegangkan

Hari ini Feri menjemput gue, dia mau mengantar gue pulang naik mobil classic-nya. Rasanya seneng banget, jadi gue gak perlu minta papa yang menjemput hari ini.
Selama di perjalanan kita banyak ngobrol, banyak hal yang kita obrolin, dia itu emang gak ngebosenin, asik diajak ngobrol. Karena keasikan ngobrol, sampai salah jalan segala. Dan gue lupa kalau jam segini semua jalan udah di tutup (portal), jadi mobilnya Feri gak bisa masuk.
Walaupun dia gak mengantar sampai depan rumah, tapi gue senang bisa diantar olehnya. Tapi, setelah dia mau pulang tiba- tiba aja mobilnya gak bisa hidup. Mobilnya mendadak mogok saat itu juga, ah dasar mobil tua. Hehe
Untungnya gue belum ninggalin dia, dan kayaknya Feri bakalan harus benerin mobilnya dulu. Duh, jadi gak enak deh. Hiks
Karena gue harus bertanggung jawab, gue harus bantu Feri. Beberapa kali gue harus bolak-balik ke rumah buat ngambil air pake ember. Tadinya sih airnya penuh, tapi karena gue gak becus bawanya, airnya jadi banyak kebuang pas gue bawa. 
Hampir sejam, tapi Feri belum bisa juga benerin mobil tuanya itu. Bukan montir juga kali ya dia, hehe....
dan akhirnya Feri meminta temannya untuk datang ke sini, untungnya sih temannya itu bisa diandalkan. Temannya baik banget, namanya Arif. Gue juga sempet ketemu dia, tapi belum begitu kenal.
Gue menemani Feri sambil ngobrol, udah jam 11 lewat, dan Arif belum datang juga. Kasian juga kalau gue harus meninggalkan Feri sendirian di sini. Tiba-tiba pas kita lagi ngobrol, ada beberapa satpam mendekati gue dan Feri. Satpam itu mendekati kita sambil menodongkan alat pentungannya dan marah- marah juga, dia kira gue sama Feri lagi mesum di situ. Padahal kan kita gak diam di salam mobil, tapi di luar.

Gue ampe dibentak dan ditanya gue ini anaknya siapa, gue jelasin kalau gue lagi nunggu temen gue di sini karena mobilnya mogok. Gue juga udah ijin sama papa di rumah, makanya gue ada di sini buat menemani Feri sampai temannya datang menjemput. Lagian kan tadi waktu ada salah satu satpam yang lewat gue udah laporan sama dia, dan si satpam yang agak ngotot ini malah gak percaya sama apa yang gue bilang.
Akhirnya si satpam galak ini minta KTP-nya Feri, buat diperiksa dan di catat datanya. Masalah baru bisa kelar pas papa dateng ke pos satpam buat ngejelasin semuanya.
Baru deh dari situ mereka percaya kalau gue gak ngapa-ngapain sama Feri. Gila, gue kayak orang yang beneran lagi mesum di tuduh begitu. Malam jum'at ini emang bikin tegang aja, bukan karena lihat hantu, tapi karena dipergokin satpam komplek. Baru kali ini gue dapet pengalaman paling aneh pas lagi PDKT sama cowok 
Untung deh Feri bisa pulang karena Arif udah dateng dengan mobilnya, bener- bener gokil malam ini.
Pengalaman yang paling lucu bersama dia..................... jangan kapok yaaaaaa ^^

Good Night ma boy

Senin, 13 April 2009

Pertemuan yang indah

Awalnya, gue berkenalan dengannya di Facebook. Namanya Feri, yang lucu dari dia adalah rambutnya yang kribo. Dia baik, walau cara bicaranya agak aneh, itu karena dia agak cadel. Satu hal yang bikin gue hampir gak percaya adalah, Feri teman baik atasan gue di tempat kerja.
Hari ini gue sama dia janjian untuk bertemu, kita ketemu resmi untuk pertama kalinya hari ini. Dan gue pastikan kita gak akan ngobrolin soal "Susu Sapi" dan "Taik Kucing". Soalnya waktu dia nelpon gue kemarin obrolan kita adalah dua hal itu, lucu banget kan?? Haha
and  I think, I started to like him. From the way he spoke to me, I am sure he is a good man.
Setelah gue putus dari Arlin, mungkin gue bisa mencobanya lagi dengan pria ini, mencoba menjalin hubungan yang baik, walaupun gue belum yakin hubungan ini akan berakhir seperti apa.

Jam 4 sore, udah waktunya kita ketemuan. Tapi, gue malah belum siap buat ketemu sama dia, perasaan ini kayaknya gak asing, ini persis saat pertama kali gue jadian sama Arlin. Rasanya menyenangkan, tapi perasaan yang satu ini lebih menyenangkan lagi. Padahal kan baru mau ketemu bukannya jadian.
Ahhhh, payahnya gue ini.....
Udah senang duluan sebelum tau hasilnya, gimana kalau misalnya Feri gak suka sama gue? 
Loh, udah ngomongin suka segala, baru juga kenal kali chaaaaaaa.. hehe

Dia di sana, makan es campur sendirian. Dan dia gak sadar kalau gue udah perhatiin dia dari tadi sambil berdiri, lucu juga.... apalagi kalau liat rambutnya yang dia ikat ke belakang kayak gitu. Kalau diperhatiin, Feri itu gak cakep cakep amat, beda dari daftar tipe cowok yang gue suka sebelumnya. Malah bisa dibilang kalau dia ini bukan tipenya gue, tapi gue malah tertarik sama dia. Gak tau apa yang begitu menarik perhatian gue. Cinta itu buta, kayak gue sekarang ini.

"Hai, sendirian aja nih?" akhirnya gue yang sapa dia lebih dulu, gue buang gensi gue jauh- jauh, hari gini gensi? gak jaman kalee.. xixi

"Eh, sori... kapan datang?" dia kaget liat gue muncul tiba-tiba kayak setan.

"Barusan, gak liat ya?"

"Iya, maaf ya... eh, mau pesan makan gak?"

"Hmm... enggak deh, udah makan soalnya tadi, masih kenyang."

Ternyata Feri lebih menyenangkan dari apa yang gue bayangkan sebelumnya, sialnya gue malah tambah suka sama pria kribo ini. Tapi, gue tau diri, belum tentu kan dia juga punya perasaan yang sama sama gue. Untuk sementara gue skip dulu perasaan gue ini. Udah ketemu aja gue seneng banget, dan satu hal yang pasti. Feri single and no double. hehe
Gue boleh berharap kan? Semoga bukan hari ini aja gue bisa ketemu dan ngobrol sama dia. I want to get closer, to know him more. Because I loved him at first sight.