Fiuhhh, Ini hari panas banget. Jalanan juga amburadul, apalagi tadi di sekitar jalan Riau. Beuhh, bikin emosi. Gue emang masih gak kuat kalau kepanasan, kepala langsung puyeng, keringetan juga. Enaknya sih ngadem terus icip-icip es campur, kebetulan lagi di daerah jalan Ciliwung. Mampir ke tempat DVD di The Movie Room, kali aja ada film bagus.
Bisa dibilang penyakit autis gue masih ada, belakangan jadi seneng pergi jalan-jalan sendirian. Kalau diliat-liat sih berasa gue aja yang sendirian di sini, yang lain bareng temennya, pacar atau keluarga. Yah gak apa deh, yang penting gue happy. Hehe
Enaknya nongkrong dulu di Krang Kring, kebetulan di sini ada tempat makan yang nyaman buat nongrong, seger kayaknya kalo minum yang dingin-dingin, masih flu sih... tapi nafsu berkata lain. Dan akhirnya es campur jadi pilihan si perut siang ini. Sluurrrpp..........
Sebenernya pengen banget kayak dulu, masa-masanya happy bareng temen, jalan-jalan juga, yah... makin kesini semuanya makin gak bisa seperti itu lagi. Sekali aja, pengen deh ketemu sama mereka (temen) lagi.
Jumat, 22 November 2013
Nongkrong Cantik
Rabu, 13 November 2013
Telpon Tengah Malam
“It's been said and done
Every beautiful thought's been already sung
And I guess right now here's another one
So your melody will play on and on, with best of 'em
You are beautiful, like a dream come alive, incredible
A centerfold miracle, lyrical
You've saved my life again
And I want you to know baby
I, I love you like a love song, baby
I, I love you like a love song, baby
I, I love you like a love song, baby
And I keep hittin' re-peat-peat-peat-peat-peat“
Gara-gara ringtones dari handphone mama bunyi, gue jadi bangun tengah malam. Lagian siapa sih tengah malam begini telpon?
Tadinya gue niat mau matiin Hp itu, tapi mama udah keburu angkat telponnya. Gak sengaja gue denger suara mama yang kurang jelas itu mulai ngobrol sama si penelpon.
Pak Ci Awang telpon malam-malam? Minta dikirimin uang 5 juta? Di kantor Polisi?
Sumpeh loh itu kakek gue yang telpon? Gue gak percaya kalau itu kakek, lagian malam-malam begini mau kemana sampe di kantor polisi segala, mana minta dikirimin duit segitu banyak.
Karena mama gak percaya, akhirnya mama telpon Pak Ci. Ternyata kakek gue yang asli lagi tidur di rumahnya. Terus yang telpon barusan ngakunya kakek gue itu siapa?
Emang ya jaman sekarang kalau mau nipu itu bisa pake cara apa aja, dan gak tanggung-tanggung caranya, termasuk ngaku-ngaku jadi sanak saudara yang butuh pertolongan. Telpon orang tengah malam, ganggu waktu istirahat pula. Jaman sekarang orang udah makin berani ya untuk melakukan sesuatu yang gak baik.
Gue tau mama keganggu banget, wajar lah kalau dia marah-marah pas si penipu itu telpon lagi. Gue aja jadi ikutan keganggu, lagi mimpi indah malah kebangun sama nyanyiannya neneng Selena Gomez tengah malam.
Ya udah deh, tidur lagi. Semoga aja mimpinya bisa berlanjut. Nite nite
Berteduh, Hujan...
Bandung diguyur hujan sekitar jam 1 siang, yang menakutkan adalah petir yang menyambar beberapa kali. Anak-anak Abg sebelah gue itu teriak-teriak karena suara petir yang memekakkan telinga, berisik. Bikin bulu kuduk berdiri, dan gue terjebak di sini, Mc.Donald's Merdeka. Kayaknya Dewa Thor lagi berantem sama adik tirinya, Loki. Menurut Mitologi Nordik , Thor adalah dewa yang memiliki kekuatan hebat. Ia selalu berseteru dengan para Jotun sehingga bertarung dengan mereka. Thor merupakan salah satu dewa Norwegia yang memiliki kekuatan besar. Dengan kekuatannya, ia berusaha melindungi Asgard dan Midgard. Ia juga dikenal sebagai Dewa petir. DUARRRRRR!!!!!
Kalau hujannya kayak gini, dan gak berhenti juga, nasib gue gimana ya? Mana gue lagi bawa motor, pinggang nyeri dan kepala juga agak puyeng. Dari pagi gue udah kesana kesini ampe kepanasan. Ngapain? Nyari pekerjaan.
Gue udah bosen diem dirumah, kerjaannya paling cuman makan, tidur, nonton dvd, kagak mandi, olah raga (kalau inget) dan galau. 2 bulan lebih gue jadi anak rumahan, awalnya sih seneng banget, lama-lama malah bikin badan pegel-pegel, dan yang pasti bokek. Kangen juga sama kegiatan pergi pagi, terus pulang malem cuma buat dapet upah yang gak seberapa itu. Hehe..
Ternyata hidup itu benar-benar gak semudah yang gue bayangkan, gue harus begini, begitu, harus berani memilih dan memutuskan. Masih banyak hal yang gak akan pernah terbayangkan bakalan terjadi di depan sana.
Ya gue harus nyari kesibukan lain, daripada kepikiran masalah itu. Itu apa? Rahasiaaaaaa... hehe
Waduh, hujannya masih awet. Bagusnya sih suara petirnya hilang, gue takut sama petir, kata mama waktu gue masih kecil gara-gara liat petir lewat jendela gue sampai pingsan karena kaget, gak tau tuh jelasnya kenapa.
Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan disaat langit memunculkan kilatan cahaya.sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat
kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Nah, suaranya ini yang bikin serem, apalagi barusan suaranya kayak menyambar sesuatu.
Oke, kayaknya harus menunggu lebih lama di sini. Kalau dipikir-pikir diem di rumah lebih asik daripada nongkrong sama Abg berisik di sini. Huufff...
Kamis, 07 November 2013
Catatan Warna Warni
Sendirian di rumah, seminggu sekali mereka pasti pergi pagi-pagi sekali untuk kesibukannya masing-masing, belakangan malah jadi biasa. Barusan pas di kamar gue lihat ada selembar kertas keluar dari sela-sela lemari, penasaran gue tarik kertas berwarna Pink itu. Gue jadi senyum sendiri, dikertas itu ada tulisan dan gambar yang gue buat, ini salah satu catatan yang udah lama gak gue lihat lagi, ya... biasanya gue gak pernah baca lagi apa yang gue tulis saat itu. Cukup hanya menulis di lembaran yang baru untuk menyimpan cerita yang lama. Huff... akhirnya gue buka lemari itu dan voilaaa... ternyata ada lebih banyak kertas catatan seperti itu. Udah lama gue punya hobi menulis kayak gini, dulu cita-citanya sih pengen jadi penulis Novel, punya buku karya sendiri dan dikenal banyak orang. Sampai sekarang, masih suka nulis sih, tapi hanya untuk diri sendiri aja.
☆
15 Maret 2012, catatan ini tentang betapa gue kangen banget sama mama dan gue begitu pengen pulang. Saat itu gue lagi kerja di Bogor, gak tahu kenapa gue selalu pengen pulang ke Bandung. Pengen kumpul lagi sama mama, papa dan kedua adek gue. Kalau dipikir-pikir sih, keinginan gue saat itu adalah tanda bahwa gue bakalan meninggalkan pekerjaan itu, juga teman dekat yang gue percaya dan pulang kembali ke Bandung. Nyesel? Enggak juga, berkumpul kembali bersama keluarga adalah keinginan terbesar gue saat itu, gue lebih dicintai saat bersama mereka, keluargaku sendiri.
Banyak sekali cerita yang gue tulis, jadi nangis sendiri pas gue baca catatan pada akhir bulan maret tahun lalu, dimana tanpa diduga gue dan Ima harus berpisah. Saat itu perasaan gue begitu campur aduk, tapi sesuatu yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi memang sulit membangunnya kembali jika kita merasa tidak sanggup. Itulah yang mungkin terjadi saat itu, tapi dari yang gue tahu setelahnya mereka bisa bangkit lagi. Kantor kembali dibuka, dengan pegawai yang baru. Gue seneng, walaupun pada sisi yang lain gue sempat negative thinking.
Ada juga lembar catatan materi pekerjaan, memo-memo yang dulunya begitu penting, cerita tentang pengalaman keliling Bogor, perasaan sedih saat seseorang melakukan sesuatu yang tidak baik sampai ke hal yang paling bikin happy ada di kertas ini. Semuanya berwarna, sama seperti kertasnya. Saat yang paling bahagia ketika gak ada seorangpun yang bisa denger cerita kita, menulis adalah yang paling menyenangkan.
Rasanya sayang sekali kalau catatan ini harus dibuang, memang udah terlalu banyak, tapi ini memori kecil yang gue punya.
Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin gak ada salahnya kalau gue bakar semua catatan lama itu. Lagipula gue gak mau lihat lagi isi catatan warna warni ini, terkadang kita gak harus mengingat masa lalu untuk terus hidup.

