Kamis, 07 November 2013

Catatan Warna Warni

Sendirian di rumah, seminggu sekali mereka pasti pergi pagi-pagi sekali untuk kesibukannya masing-masing, belakangan malah jadi biasa. Barusan pas di kamar gue lihat ada selembar kertas keluar dari sela-sela lemari, penasaran gue tarik kertas berwarna Pink itu. Gue jadi senyum sendiri, dikertas itu ada tulisan dan gambar yang gue buat, ini salah satu catatan yang udah lama gak gue lihat lagi, ya... biasanya gue gak pernah baca lagi apa yang gue tulis saat itu. Cukup hanya menulis di lembaran yang baru untuk menyimpan cerita yang lama. Huff... akhirnya gue buka lemari itu dan voilaaa... ternyata ada lebih banyak kertas catatan seperti itu. Udah lama gue punya hobi menulis kayak gini, dulu cita-citanya sih pengen jadi penulis Novel, punya buku karya sendiri dan dikenal banyak orang. Sampai sekarang, masih suka nulis sih, tapi hanya untuk diri sendiri aja.

15 Maret 2012, catatan ini tentang betapa gue kangen banget sama mama dan gue begitu pengen pulang. Saat itu gue lagi kerja di Bogor, gak tahu kenapa gue selalu pengen pulang ke Bandung. Pengen kumpul lagi sama mama, papa dan kedua adek gue. Kalau dipikir-pikir sih, keinginan gue saat itu adalah tanda bahwa gue bakalan meninggalkan pekerjaan itu, juga teman dekat yang gue percaya dan pulang kembali ke Bandung. Nyesel? Enggak juga, berkumpul kembali bersama keluarga adalah keinginan terbesar gue saat itu, gue lebih dicintai saat bersama mereka, keluargaku sendiri.
Banyak sekali cerita yang gue tulis, jadi nangis sendiri pas gue baca catatan pada akhir bulan maret tahun lalu, dimana tanpa diduga gue dan Ima harus berpisah. Saat itu perasaan gue begitu campur aduk, tapi sesuatu yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi memang sulit membangunnya kembali jika kita merasa tidak sanggup. Itulah yang mungkin terjadi saat itu, tapi dari yang gue tahu setelahnya mereka bisa bangkit lagi. Kantor kembali dibuka, dengan pegawai yang baru. Gue seneng, walaupun pada sisi yang lain gue sempat negative thinking.
Ada juga lembar catatan materi pekerjaan, memo-memo yang dulunya begitu penting, cerita tentang pengalaman keliling Bogor, perasaan sedih saat seseorang melakukan sesuatu yang tidak baik sampai ke hal yang paling bikin happy ada di kertas ini. Semuanya berwarna, sama seperti kertasnya. Saat yang paling bahagia ketika gak ada seorangpun yang bisa denger cerita kita, menulis adalah yang paling menyenangkan.
Rasanya sayang sekali kalau catatan ini harus dibuang, memang udah terlalu banyak, tapi ini memori kecil yang gue punya.
Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin gak ada salahnya kalau gue bakar semua catatan lama itu. Lagipula gue gak mau lihat lagi isi catatan warna warni ini, terkadang kita gak harus mengingat masa lalu untuk terus hidup.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...