Kamis, 19 Desember 2013

Jahat Kepada Bibi

Suara ketukan dipintu itu bikin gue terbangun, mendengar suara itu gue jadi kesel. Siapa sih yang berani ganggu gue sambil gedor pintu kayak gitu, emang ada maling?
Dengan sekuat tenaga gue coba untuk bangun, punggung gue masih sakit, malah ini lebih sakit dari kemarin, ditambah lagi rasa sakit dikepala karena tiba-tiba harus bangun kayak gini.
Kenapa ya, bibi selalu bikin gue kesel lebih banyak? Kadang tanpa sebab, gue bisa marah besar padanya, dulu malah gue pernah memukul badan mungilnya itu karena saking keselnya. Kita sering berantem dan berteriak satu sama lain.
Mungkin karena keadaannya yang tidak sempurna itu, dia agak berbeda dari orang normal pada umumnya, bibi kurang bisa mendengar suara dan berbicarapun kadang tidak jelas. Sebenarnya gue gak keberatan dengan keadaannya, gue memahami kekurangannya itu. Bibi adalah adik dari kakek gue, udah lama dia ikut bersama keluarga ini, malah sebelum gue lahir, dan saat nenek meninggal 6 tahun lalu, sampai sekarang dia masih ada di sini.
Beberapa hal yang gak gue suka darinya adalah beliau susah di atur, susah di kasih tau, dan lebih senang bekerja atau diam di rumah orang lain. Jujur, gue gak mau dia di bodoh-bodohi oleh orang lain yang cuma memanfaatkan tenaganya saja, gue tau dia sempat gak dibayar oleh tetangga yang pakai jasanya. Tapi, bibi gue ini tetap aja sering pergi ke sana, kesel banget rasanya.
Bahkan tadipun, dia membangunkan gue karena minta di bukakan pintu, seperti biasa dia mau pergi ke tempat orang lain. Gue gak suka, kenapa sih bibi gak diam di rumah aja, dia kan bisa istirahat, makan enak, nonton tv sepuasnya, gak usah cape-cape kerja di rumah orang lain sebagai pembantu.
Tapi, mau bagaimanapun gue gak bisa melarang-larang dia. Lagian bibi gak pernah ngerti apa yang gue atau mama bilang untuk kebaikannya, kali ini gue merasa bersalah karena sudah marah saat membukakan pintu dan membantingnya saat dia keluar tadi.
Sebenarnya gue menyesal karena udah jahat kepadanya, sungguh menyesal. Nanti kalau dia pulang, gue akan meminta maaf padanya, dia itu tetap saudara dan anggota keluarga ini, gue hanya gak suka dia seperti itu, setiap jam 7 pagi dia pasti keluar rumah dan pulang sore kayak orang kerja kantoran. Mending kalau bener di bayar, kalau gak? Bibi itu terlalu baik sama orang.
Ya Allah.......................
Speechless :(
Published with Blogger-droid v2.0.10

Rabu, 18 Desember 2013

Selembar Foto Lama

Sendirian di rumah seperti biasa, kebetulan juga mati lampu. Sepi, gue putuskan untuk membereskan lemari (lagi). Gak tau kenapa, lemari ini lah yang selalu berantakkan, lemari berisi berbagai jenis buku dan barang-barang pribadi gue. Padahal sebisa mungkin gue atur supaya rapih dan gak berantakkan, walau gak setiap hari.
Buku tebal berwarna hitam itu menarik perhatian gue, udah lama gue gak liat lagi isinya. Sebenarnya ini cuma buku kosong yang gak sempat gue isi, dulu niatnya sih buat nulis curhatan. Cuma ada selembar foto lama kok. Foto gue bersama mereka, sahabat terbaik yang pernah gue punya. Perlahan gambaran kedekatan kita berempat saat mengambil foto ini seperti hidup kembali, ke 8 tahun silam. Yahh, betapa senangnya punya sahabat seperti mereka, yang satu hobi banget bikin video amatir, yang satunya lagi hobi banget gonta ganti pacar, dan yang satunya ini hobi banget ngaca cuma buat mastiin rambutnya rapi atau gak. Hehe... satu kata yang muncul ketika melihat foto ini adalah 'Kangen'. Semenjak salah satu sahabat gue meninggal dalam kecelakaan di Bali, persahabatan kita itu seolah-olah selesai sampai di situ. Bukan karena kita bermusuhan, tapi karena jalan hidup kita udah berbeda. Masing-masing udah sibuk dengan urusannya sendiri, berbeda negara juga menjadi salah satu alasannya. Ini udah keputusan bersama, semenjak pertemuan terakhir tahun lalu, gue memutuskan untuk tidak pernah membahas masalah itu. Cuma ini yang tersisa, menyakitkan tapi inilah adanya.
Gue menghela napas panjang untuk menenangkan diri, ini mungkin untuk yang terakhir kalinya gue melihat foto ini, gue udah memutuskan untuk menyimpannya kembali, selamanya.

Yah, gue berharap PLN cepet beresin urusan mati lampu ini, handphone gue udah hampir wafat dan gue gak suka gelap-gelapan kayak gini.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Selasa, 17 Desember 2013

Nangis dulu yaa..

Terkadang, gue bisa menghadapi cobaan dengan hanya menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya lewat mulut secara perlahan, dan gue akhiri dengan tersenyum. Biasanya gue gak pernah merasa sedih setelah melakukan hal tadi, gue selalu bisa menahan semuanya dengan cara seperti itu. Tapi, belakangan cara itu malah gak mempan, semua jadi sebaliknya. Saat gue menarik nafas dalam, rasanya mulai berat, dan saat gue menghembuskannya perlahan, air mata gue mulai berkumpul, dada terasa sakit, at last gue gak bisa lagi tersenyum karena air mata gue tumpah saat itu juga. Mungkin untuk beberapa alasan gue memang membutuhkannya, butuh menangis dan merasa lemah. Bukan berarti gue menyerah, hanya saja gue merasa bingung, gak tahu lagi bagaimana caranya untuk lebih kuat.
Sebenernya disisi gue yang lain, gue bisa melewati ini semua dan gak perlu jadi cengeng, tapi disisi yang satunya lagi gue merasa ke-cape-an.

Gue udah lama dan terbiasa menyimpan semua hal yang gak enak, sendirian. Pengennya sih gue curahin semua ganjalan di hati ini ke temen atau pacar, tapi gue gak bisa.Gue selalu susah untuk ngomong, dan jalan lainnya selalu gue akali dengan melakukan sesuatu yang gue suka supaya masalah yang terjadi bisa gue lupain sejenak. Tapi, lama kelamaan gue ngerasa jadi orang yang paling sendirian di dunia ini. Gue gak tertutup amat sih sebenernya, gue easy going dan mudah akrab sama orang lain. Tapi, ada beberapa hal yang gak bisa gue umbar sembarangan, walau terkadang gue masih aja bisa keceplosan.
Hmmmm..........
Rasanya semua hal yang gue simpen, sesuatu yang bikin gue sedih ini udah gak bisa gue tampung sendirian, susah banget untuk nutupin raut muka sedih, susah untuk nahan perasaaan marah saat ini.
Hhhhhhh..........
Gue udah puas sih nangis dan marah-marah di kamar, tapi tetep aja masih ada sesuatu yang kurang. Udah gitu karena kebanyakan nangis, kepala juga agak puyeng. Huhu
Ya udah deh, mendingan gue tidur siang aja. Lagian cuacanya pas banget untuk sembunyi di dalem selimut lebih lama, Bandung lagi dingin dan sering hujan. Semoga pas gue bangun nanti, perasaan gue udah enakan. Yuk boci ^^

Published with Blogger-droid v2.0.10

Minggu, 15 Desember 2013

Teh Aceu Wedding

Jam menunjukkan pukul 9 tepat, gue hampir terlambat untuk acara akad pagi ini. Oia, bukan gue yang nikah loh... hehe... dengan gaun warna emas yang gue pakai dan panjangnya sampai mata kaki ini sedikit menghalangi gue untuk berjalan, yak hari ini gue pakai baju yang feminim.^^
Beruntung, gue bisa ketemu sama calon mempelai wanita, teh Wulan begitu anggun dengan kebaya akad berwarna putihnya, dan gue dapat kesempatan mengiringi teh Wulan ke tempat akad bersama dengan de Rani. Di sana gue ketemu sama saudara dari keluarganya Feri, mereka selalu menyambutku dengan baik, seakan-akan gue sudah menjadi bagian dari mereka. Andaikan gue bisa seperti ini dengan saudara dari mama atau papa, rasanya pasti seneng banget.
Nuansa gedung berwarna coklat dan goldnya bagus, dekorasinya pas dengan gaun resepsi yang teh Wulan pakai. Gak lama lagi gue bakalan duduk di pelaminan yang sama seperti itu juga, tinggal menunggu waktunya saja.

Siapa sih, cewek yang gak mau menikah dan mau hidup sendirian sampai tua? Hehe... kalau udah ketemu sama orang yang sayang sama kita, buat apa disia-siakan? Karena sulit mencari orang yang benar-benar mencintai kita dengan tulus dan ingin menjadi pasangan kita sampai tua. Mau bagaimanapun sulitnya mempertahankan sebuah hubungan, jika kita serius dan niat kita baik semua pasti ada jalan keluarnya, walau itu membuat keyakinan kita goyah. Tapi, yakinlah satu hal, hati tidak bisa dibohongi.
(Sempet ya ngeblog disaat pesta pernikahan berlangsung... hehhe)

Pesta semakin meriah ketika kedua mempelai yang sudah sah menjadi suami istri itu memasuki pelaminannya, semua orang ikut berbahagia dan memberikan selamat serta doanya. Ada perasaan lega dihati gue, entah itu lega karena apa, yang jelas itu perasaan yang baik. Mungkin udah saatnya gue memikirkan masa depan dan melaksanakan apa yang menjadi keinginan terbesar orang tua gue.
Selamat ya teh, mungkin setelah ini adalah giliran gue. Hehehe ^^
Semoga cepat dikaruniai momongan yang sholeh dan berbakti, amin.....
Okey, let's get the party today

Jumat, 22 November 2013

Nongkrong Cantik

Fiuhhh, Ini hari panas banget. Jalanan juga amburadul, apalagi tadi di sekitar jalan Riau. Beuhh, bikin emosi. Gue emang masih gak kuat kalau kepanasan, kepala langsung puyeng, keringetan juga. Enaknya sih ngadem terus icip-icip es campur, kebetulan lagi di daerah jalan Ciliwung. Mampir ke tempat DVD di The Movie Room, kali aja ada film bagus.
Bisa dibilang penyakit autis gue masih ada, belakangan jadi seneng pergi jalan-jalan sendirian. Kalau diliat-liat sih berasa gue aja yang sendirian di sini, yang lain bareng temennya, pacar atau keluarga. Yah gak apa deh, yang penting gue happy. Hehe
Enaknya nongkrong dulu di Krang Kring, kebetulan di sini ada tempat makan yang nyaman buat nongrong, seger kayaknya kalo minum yang dingin-dingin, masih flu sih... tapi nafsu berkata lain. Dan akhirnya es campur jadi pilihan si perut siang ini. Sluurrrpp..........
Sebenernya pengen banget kayak dulu, masa-masanya happy bareng temen, jalan-jalan juga, yah... makin kesini semuanya makin gak bisa seperti itu lagi. Sekali aja, pengen deh ketemu sama mereka (temen) lagi.

Published with Blogger-droid v2.0.10