Selasa, 07 Januari 2014

Seven long expectations

Ada satu hal yang gue tau jika hal itu gak akan bisa kita ulang kembali, waktu. Gue tau betul bahwa setiap detik dalam hidup ini semuanya berharga, namun sering kali kita membuatnya sia-sia. Seandainya ada mesin waktu dan gue boleh kembali ke waktu itu, ada beberapa hal yang pengen gue perbaiki...

☆ Memilih sekolah di SMK.
Waktu gue mau masuk SMA mama pernah menyarankan gue untuk masuk ke sekolah kejuruan, karena pas SMP gue suka masak jadinya mama pengen gue memilih sekolah yang ada jurusan tataboga. Secara gak langsung mama pengen gue punya keahlian kalau gue masuk SMK, tapi karena gue pikir itu gak penting dan SMK itu gak keren, gue menolak saran mama dan memilih sekolah biasa/ umum. Dan gue cukup menyesal, coba kalau gue masuk SMK seperti yang mama sarankan. Mungkin sekarang gue punya keahlian apa gitu, bisa masak mungkin, atau menjahit?
☆ Mempunyai banyak teman di sekolah.
SMA seharusnya menjadi masa yang paling indah buat gue, masa-masa saat punya banyak teman, punya satu atau dua sahabat baik, dimana seharusnya gue menikmati masa-masa itu, tapi itu gak berlaku buat gue. Karena keadaan gue yang serba kekurangan saat itu, membuat gue malu dan merasa minder. Gue lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya supaya gue gak sedih saat gue gak bisa ikut ujian sekolah karena belum bisa bayar iuran. Gue sibuk bolak-balik ke ruang tata usaha sekolah untuk ngemis ijin supaya bisa ikut ujian. Suatu saat gue sempat kepergok lagi nangis di parkiran motor dekat kantin saat itu, guru Sosiologi gue nanya kenapa gue mewek di situ, dia kira gue dianiaya anak-anak bandel. Pas gue cerita soal masalah yang gue hadapi saat itu, beliau cuma bilang kalau masalah gue gak bisa bayar uang sekolah itu seharusnya gak gue pikirkan, itu adalah masalah orang tua gue. Tapi, yang tau bagaimana rasanya adalah gue, biarpun itu masalah orang tua gue sekalipun, gue yang berperan sebagai anaknya gak mungkin menutup mata dari masalah itu.
☆ Mendapat gelar Diploma (D3).
Awalnya gue emang gak berniat untuk kuliah setelah lulus SMA, gue udah pernah cerita kalau masa-masa ini adalah masa tersulit dihidup gue. Tapi kalau dipikir-pikir lagi gue udah menyia-nyiakan pengorbanan mama, ternyata gue lebih bodoh karena memilih untuk meninggalkan pendidikkan gue itu. Walaupun cuma D3 seharusnya gue lebih berjuang sedikit dan lebih bersabar. Seandainya gue tamat kuliah dan mendapatkan gelar itu, gue gak akan susah cari kerja kayak sekarang. Rasanya... pengen banget kuliah lagi kalau ada kesempatan, supaya gue gak rendah-rendah amat dimata orang lain.
☆ Punya pacar anak Band.
Sebenarnya gue gak punya kriteria cowok idaman buat dijadiin pacar, asalkan dia bukan orang Batak sih gak masalah. Waktu kuliah gue sempat punya pacar anak Band kampus, awalnya sih dia baik dan perhatian sama gue, tapi lama kelamaan dia malah gak ngasih kabar sama sekali. Gue tau dia sibuk dengan project album dia saat itu, mungkin dia keganggu karena gue sering telponin dia untuk nyari kabar, tapi gak tau salah gue apa tiba-tiba aja dia punya pacar baru, hebatnya lagi adalah semua teman yang gue tau dan kenal sama dia semua membelanya. Makanya gue gak suka sama anak Band, pergaulannya gak jelas, walaupun gak semua anak Band kayak gitu.
☆ Bekerja di kantor Notaris.
Awalnya gue gak percaya bisa kerja di kantoran, padahal gue kan cuma lulusan SMA. Gue terlalu berharap dan senang saat Om gue memberikan sebuah kesempatan untuk bekerja di kantor istrinya dan gue juga diijinkan tinggal di rumahnya. Tapi, semua itu gak bertahan lama. Gue harus pulang ke Bandung dan mungkin gak akan bekerja di kantor itu lagi. Yang gue sesalkan adalah hubungan antara gue, om gue dan istrinya itu yang dulu terjalin baik, sekarang malah sebaliknya.
☆ Mengembangkan bakat menulis.
... udah lama gue punya hobi nulis, tapi sayang gue gak pernah mengembangkan sayap gue sendiri dibidang yang gue sukai ini. Banyak ide yang bisa gue jadikan insprirasi untuk menulis, tapi mood dan rasa malas mengalahkan gue. Hehe
☆ Menjadi anak yang baik untuk papa sama mama.
Untuk saat ini gue masih belum bisa bikin papa sama mama bangga, gue selalu melakukan hal yang buruk dan membuat mereka sedih punya anak kayak gue. Yang bisa gue lakukan sekarang adalah mencoba melakukan semuanya dengan baik, mencoba nendengarkan apa yang mereka inginkan walau itu sulit. Keinginan terbesar gue selama ini cuma satu, yaitu memberikan mereka rumah yang nyaman untuk ditinggali.

Andaikan bisa kembali, apakah gue bisa merubah semua itu? Semua yang gue sesalkan sekarang.....

-Love Panda ♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...