Kamis, 30 Januari 2014

Sometimes, we must to let it go for a peace

Gue merasa sedih, sebelumnya gue udah tau kalau hal ini bakalan terjadi, ini semua karena temen gue, Mesy. Dia memutuskan untuk bercerai dengan suaminya, hubungan tanpa buah hati itu hanya bertahan 4 tahun. Gue gak bisa berbuat apa-apa, Mesy sudah mantap untuk berpisah. Sebagai temennya gue cuma mengkhawatirkan satu hal, yaitu status janda yang akan berada di belakang namanya kelak, walaupun dia tidak perduli dengan status itu nanti, gue tetap merasa sedih.
Selama gue mengenal dan berteman dengannya, cukup banyak yang gue tau. Apalagi masalah rumah tangganya, Mesy selalu menceritakan apa yang terjadi di dalam rumah tangganya ke gue, tapi gue gak sampai membayangkan kalau pada akhirnya mereka harus bercerai dan berpisah kayak gini. Gue mengenal suaminya juga, gue juga tau bagaimana sifat dan gaya hidupnya.
Sebenernya mereka itu sangat cocok, gue tau mereka saling menyayangi, walaupun kehidupan rumah tangga mereka sering diwarnai dengan masalah. Mungkin masing-masing dari mereka udah cape dan keputusan berpisah inilah yang mereka pilih.
Tapi, mereka gak seharusnya memilih berpisah kan?

Gue gak tau sih bagaimana rasanya jika di hadapkan dengan masalah seperti ini, mungkin gue gak akan sanggup. Gue beruntung karena Feri menyayangi gue, dan apa adanya, gue berharap dia gak akan memperlakukan gue dengan buruk. Gue sangat berharap kehidupan rumah tangga gue nanti bisa berjalan dengan baik, I do not want something bad to happen.

Gue berpikir, mungkin ketenanganlah yang Mesy butuhkan saat ini. Semuanya udah dia pikirkan baik-baik, gue cuma bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik, dan tentunya hal seperti ini tidak harus terjadi sama gue juga, amin...

Sebagai teman, gue cuma bisa berharap, semoga Mesy mendapatkan jodohnya yang sejati, yang mau menerimanya apa adanya, begitupun dengan suaminya, semoga mereka mendapatkan kebahagiannya. Sometimes, we must to let it go for a peace...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...