Rabu, 12 Maret 2014

CTM (Cerita Tengah Malam)

Gak bisa tidur, keingetan kata-katanya Feri barusan, rasanya sedih aja, pas Feri bilang “Habis kita jalan-jalan, kita bakalan langsung pulang ke Bogor.“ Dan itu artinya gue bakalan pergi dari rumah ini, sebagai seorang istri dari seseorang, dan pastinya akan jauh dari mama juga. Tinggal satu bulan tersisa, dan gue belum yakin kalau gue bakalan sanggup jauh dari mama. Mungkin kondisi ini hampir sama saat gue kerja di Bogor beberapa tahun lalu, tapi saat itu gue kan masih bisa pulang ke Bandung seminggu sekali, atau kapanpun gue mau. Kalau kangen sama mama gue kan gak bisa begitu aja datang kerumah ini, keadaan gue nanti gak akan semudah saat itu pastinya. ⊙﹏⊙

Dulu sempet mikir, pengen banget punya rumah sendiri dan gak bergantung sama mama, tapi ternyata kenyataannya sekarang jauh berbeda dari apa yang gue pikir saat itu. Semakin dekat dengan harinya, gue malah gugup sekaligus sedih. Gue bakalan ninggalin mama dan ikut dengan Feri ke Bogor, rasanya berat banget, gak semudah apa yang gue bayangkan. Gue senang karena gue bakalan punya suami yang menyayangi gue dan akan menjalani hidup yang baru bersamanya, tapi gue juga sedih karena gue bakalan ninggalin mama dan semua cerita gue disini.
Kalau boleh memilih sih, gue pengen tetap berada disini, dekat dengan mereka yang gue sayangi. Gak apa-apa kalau gue dibilang cengeng atau kekanak-kanakan, gue gak munafik kok. Ini apa adanya dan inilah yang gue rasain.

Ya Tuhan, ingin rasanya perasaan seperti ini hilang. Ikhlaskan hati ini, aku tau Engkau memiliki rencana yang paling baik untukku nanti. Amin.

Gak kerasa pipi udah basah, mata udah sembab, dan ini udah larut. Cengeng banget ya, masalah kayak gini aja gue mewek.
Mama, papa, ade, niko....... Met tidur. Teteh sayang kalian. ♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...