Minggu, 29 Desember 2013

Berbaikan

Hello Sunday...
Demi menghindari masalah, gue pergi keluar rumah (lagi). Gue merasa jika berada di rumah itu malah bikin gue semakin sedih. Sebenarnya gue merindukan saat kebersamaan antara gue dan kedua adik gue di rumah itu, biasanya setiap libur seperti hari ini gue dan Nita bisa seharian penuh menonton drama Korea kesukaan kita berdua, atau kita pergi jalan-jalan naik motor ke Kota untuk menghabiskan waktu. Ini egois, gue tau dan malah pergi begitu aja saat papa mau mendamaikan kita bertiga. Disisi lain gue gak perduli, tapi disisi yang lainnya gue merasa sedih.
Mungkin dengan berjalan-jalan hari ini bisa membuat perasaan gue membaik. Membaur dengan orang-orang seperti ini membuat gue gak kelihatan suntuk. Mungkin...
Di stasiun tadi gue melihat beberapa teman lama, karena gue lagi malas untuk ngobrol gue berpura-pura gak melihat mereka, gak apalah gue dikata sombong, mereka kan gak tau suasana hati gue saat ini.

Habis ketemu orang tadi gue gak sempet makan atau minum. Kebetulan hari ini gue ada janji sama teman, tapi hasilnya nihil. Belum rejeki gue kali ya.. karena lapar tanpa sadar gue udah ada di tempat makanan cepat saji di daerah merdeka. Gue cukup lama di sini, makan burger sambil melihat orang lalu lalang di jalanan sana. Tiba-tiba ada dua orang cewek, mereka berpegangan tangan sambil bawa barang belanjaannya lewat di depan gue. Yang bikin sedih adalah kenyataan kalau mereka itu kakak beradik, mereka jadi mengiatkan gue. Saat-saat gue dan Nita sering jalan bareng berdua. Seketika itu air mata gue jatuh, gue sedih karena merasa iri.. gue merindukan saat-saat itu, ketawa bareng, saling mengisi dan memahami kekurangan masing-masing. Memang, gue dan Nita baru dekat sebagai saudara ini baru dua tahunan. Tapi, kedekatan itu lebih menyenangkan dari sebelumnya. Mungkin inilah hal yang paling disayangkan dari hubungan kita, ketika ada masalah kecil yang terjadi, rasanya akan sesakit ini. Gue sayang sama dia, melebihi apapun.
Gue menyesal karena memilih untuk gak perduli, tapi gue gak mau seperti ini terus. Kalah dengan ego sesaat. Mungkin gue harus pulang dan berbaikan dengannya, bagaimanapun juga dia saudara kandung gue.
Gak enak rasanya kalau harus bermusuhan sampai enggak nanya satu sama lain, apalagi kalau kita tinggal satu rumah.
*cantelan*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...