Sabtu, 28 Desember 2013

Isi hati

Semalam, gue ngerasa kamar ini begitu pengap dan bikin gue keringetan. Kayaknya adem kalau gue tidur di lantai, gue gak peduli kalau nantinya gue bakalan masuk angin. Makanya gue pindah ke bawah karena gerah.
Tapi, gak tau kenapa gue malah bikin adik gue nangis. Dia ngerasa tersinggung atau apa lah itu namanya, tapi gue gak peduli. Mau dia nangis, atau apa pun itu gue gak akan ambil pusing lagi. Gue juga merasakan hal sama kemarin, sedih dan marah karena tersinggung oleh perlakuan dia ke gue. Kali ini sih sebenarnya gue juga gak sengaja bikin dia nangis, ini hal yang kebetulan aja terjadi. Dia ngambek sambi mewek keluar kamar dan bikin mama marah sama gue.

Mungkin bisa dibilang ini adalah pertengkaran paling hebat yang pernah terjadi antara gue dan Nita. Sebelumnya beberapa bulan yang lalu terjadi hal yang sama juga, namun saat itu kita berdua bisa langsung berbaikan. Tapi, kali ini sepertinya butuh waktu lebih lama untuk mengembalikan keadaan. Kayaknya gue terlalu marah kali ini, gue gak bisa meredam amarah yang ada di hati ini begitu aja. Semua terjadi juga bukan karena Nita seorang, papa juga jadi sebabnya dan Niko kali ini lagi-lagi ikut ambil bagiannya bikin gue nangis. Gue selalu merasa kasih sayang mama sama papa ke gue itu beda, mereka lebih care sama anaknya yang lain. Seakan-akan gue lebih bisa mengatasi semua masalah yang gue punya sendirian tanpa bantuan dan dukungan mereka.
Selama ini sebisa mungkin semua hal gue yang melakukannya seorang diri, gue berusaha sendiri, tanpa mereka tau apa yang gue rasakan dan apa yang terjadi. Tapi, bukan berarti gue baik-baik aja dalam segala hal. Gue juga butuh perhatian dan dukungan dari mereka juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave a message...